Tadi, sepulang sekolah aku menemukanmu berjarak beberapa langkah dari tempatku berbicara dengan seorang teman. Aku sempat berharap kamu akan memanggil lembut namaku lalu bertiga kita akan terlibat dalam percakapan, karena bagaimanapun lawan bicaraku adalah sahabatmu.
Satu menit… Dua menit… Tiga menit… Kamu masih saja diam. Aku tahu kamu sedari tadi memperhatikanku, jangan memandangku terlalu dalam karena gerak-gerikmu tertangkap jelas dari sudut mataku!
Kamu…. yang gemar menerjemahkanku dalam tulisan indahmu, yang tak bosan ciptakan senyumku ketika pesan singkatmu datang, yang pernah membelikanku kembang gula di pasar malam, yang memujiku cantik meski wajahku kelam, yang selalu mengingatkanku untuk solat dan makan, yang menyanyikanku sebelum tidur malam, yang mengaku padaku kamu jatuh cinta… Mengapa menyapaku saja kamu enggan?
Dengan kesal aku tinggalkan tempat itu. Diiringi tatapanmu yang enggan melepaskan, aku mengumpat dalam hati: Sapa aku, Bodoh!

eh ini lagi marah? tapi rangkaian kata katanya bagus lho, salut gue
BalasHapusHehe, enggak marah, cuman sebel. Makasih. :)
BalasHapusbagus banget postinganya, aku suka bgt. mengena di hati
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh penulis.
BalasHapus