Adalah Raka, Bukan Arya

"Kamu ini perempuan, pilihlah yang paling mencintaimu, bukan yang paling kamu cintai.

"Tapi Ma, bukankah bersama yang kita cinta itu lebih menyenangkan?" Tanyaku heran.

"Cinta laki-laki itu mudah pudar, Sayang. Tetapi cinta perempuan mudah tumbuh seiringnya kebersamaan." Mama menggenggam tanganku lembut, lalu diremasnya perlahan. "Pernikahan tidak selalu mudah dan perempuan akan lebih banyak berkorban nantinya. Jadi, kalau laki-laki yang kamu cintai saat ini tidak memperjuangkanmu, bagaimana jadinya nanti?"

Baca selengkapnya »